Petir – Yayasan Tarbiyatul Nurul Huda sukses menggelar acara Purnawiyata Peserta Didik Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan menonjolkan perpaduan kental antara tradisi Islam dan kebudayaan lokal.
Meskipun dikenal memiliki basis pendidikan pesantren salafi yang kuat, yayasan ini tetap berkomitmen menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur dalam momen pelepasan siswanya.
Pemandangan menarik terlihat saat prosesi pelepasan berlangsung. Para siswa dari berbagai jenjang pendidikan—mulai dari KB-PAUD, Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA)—tidak sekadar berjalan menuju tempat duduk mereka.
Mereka dijemput dan diiringi oleh serombongan penari Ki Lengser, sebuah tradisi mapag (penyambutan) khas Sunda yang sarat akan nilai penghormatan. Para penari memandu para lulusan dengan lemah gemulai hingga menempati bangku yang telah diberi penomoran khusus oleh panitia.
Kehadiran prosesi Lengser di tengah-tengah acara kelulusan pesantren ini menuai banyak pujian dari para wali murid dan tokoh masyarakat yang hadir. Langkah ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama yang mendalam tidak harus menjaga jarak dengan kebudayaan daerah. Sebaliknya, keduanya bisa berjalan beriringan membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia sekaligus cinta tanah air.
Acara Purnawiyata berjalan dengan khidmat, tertib, dan penuh haru, menandai babak baru bagi peserta didik yang lulus untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
